Sabtu, 08 Desember 2012

Blackberry Saus Kacang


Elisa masih tetap santai melihat teman temannya yang histeris di buat anak baru yang bernama Hafiz, Elisa memang tergolong cuek dengan apapun.
                “el, yuu ikut gue ke cowo kece” ajak Delisa sahabatnya
                “apasih buang buang waktu aja” ucapnya simple
                “yeee yaudah, dia kan pake Blackberry tuh Tadi banyak yang minta pin nya” jelas Delisa
                “yee gue aja ngga pake BB, ya percuma minta minta juga, noh liat Samsung gue” Delisa agak kesal
                Hari hari berlalu berubah menjadi minggu, Elisa yang kini sudah tidak cuek lagi dengan kehadiran Hafiz yang terkenal kece itu, mulai dari stalking profil nya, ngecek ngecek Blackberry teman nya dan kadang mengikutinya sampai di depan pintu kelasnya.
                Ketika sedang asih mengintai Hafiz, terdengar langkah kaki dan suara candaan musuh Elisa dia bernama Farah, Indah, Bela dan Siska.
                “eh mau ngapain lo,cewe buluk kaya lo ngga pantes ya ada di depan ruang kelasnya Hafiz yang super kece” ucap Farah yang tiba tiba mengagetkan Elisa
                “ih jijik banget kali yah ngejar ngejar cowo yang sebenernya itu jelek dan ngga penting kaya Hafiz” volume suara Elisa di perbesar agar terdengar jelas oleh Farah dan kawannya
                “hahahah emang muke lo cantik apa sok jual mahal banget bilang Hafiz jelek” sambung Indah yang tidak terima
                Kemudian Hafiz keluar dari kelasnya kerena merasa terpanggil oleh gadis gadis itu.
                “ada apa sih rebut rebut panggil panggil nama gue pula” hafiz memotong pembicaraan
                “ini nih ada cewe jablay ngata ngatain lu jelek” jawab Bela
                Hafiz sudah sering di puji puji di sekolahnya dia yang dulu dan sekarang, karena sudah terbiasa dia merasa tidak terima atas ucapan Elisa yang sebenarnya tidak akan pernah terjadi baginya.                 “kalo lo berani ngatain gue, gue minta PIN Blackberry lu. Lu boleh bully gue khusus di grup para fans gue” Hafiz agak sombong
                “oke gue akan buktiin tapi bukan sekarang, tapi nanti liat aja” ucap Elisa menantang
                Keesokan harinya Elisa makin di buat penasaran oleh Hafiz, dia suka tapi pun juga benci karenah telahj dilantunkannya nada menantang itu, ia semakin ingin mempunyai Blackberry untuk menjawab semua tantangan itu.
                Elisa terlahir bukan dari keluarga kaya, namun di lingkungan sekitarnya dia tidak ingin terlihat miskin, tidak terlalu miskin tapi bisa di sebut golongan menengah kebawah. Ayahnya hanyalah buruh tani dan ibunya hanyalah tukang cuci baju.
                “mak Elisa minta Blackberry dong” ucap Elisa entang
                “Blackberry itu apa” jawab Ibu Elisa
                “ya handphone lah, elisa mau dong dibeliin itu yang paling murah aja deh palingan 2 jutaan” jawab elisa dengan mudah
                “tapi kan kamu udah punya handphone nak” keluh ibunya
                “elisa janji kok nanti elisa bantuin emak nyuci biar dapet duit banyak. Boleh ya?” sahut elisa sambil tersenyum
****
                Setelah 2 bulan membantu ibunya bekerja Elisa kini sudah menggenggam sebuah telepon pintar Blackberry yang dulu di idam idamkannya, tapi sayang belum sepenuhnya di bayar masih ada yang harus di cicilnya.
                “del bagi pin nya Hafiz, mau gue tantangin dia” ucap Elisa
                “ nih *******” dan Delisa memberikannya
                “ masukin gue ke grup fans nay ituh yah, ngga takut gue” ucap Elisa enteng
                “buat Hafiz yang gayannya senga tapi muka nya itu juelek banget jangan sok laku dan sok kebanyakan fans. Paling fans fans itu dapetnya dari tong sampah” tutuh Elisa via BBM
                Merasa tidak terima, seluruh orang yang ada di grup itu lalu menyerbu Elisa dengan kata kata yang seimbang dengan yang di ucapkan Elisa.
                Hafiz lama kelamaan penasaran dengan Elisa, sedikit demi sedikit ia mendekatinya walau Elisa masih tetap jutek. Tapi setelah 3 bulan berlalu mereka sangat dekat sekali. Elisa kini hampir tidak pernah curhat lagi dengan Delisa, mereka ke kantin hanya berduaan saja tak peduli gadis gadis di sekeliling mereka mendengus kesal, mereka sering BBM an dan sering mengumbar kemesraan di grup itu, walau belum pacaran tapi mereka sangat kesal sekali.
                Mungkin hari ini adalah puncak kemarahan mereka, atau mungkin sudah terlalu matang karena suasana hati yang sangan panas melihat mereka berdua duan di dunia nyata dan dunia maya.
                “hai Elisa cantik BB baru yah, boleh dong liat” Farah menghampiri Elisa yang sedang duduk sendirian di kantin. Waktu itu Hafiz tidak masuk karena sakit jadi gadis gadis itu berani mendekati Elisa. Mereka bergerombol jumlahnya 15 termasuk Delisa si sahabat penghianat.
                Farah mengambil paksa handphone Elisa, elisa dengan cepat berusaha menggapai nya tapi tidak sampai, Delisa langsung memegang tangannya dan diletakan kebelakang. Dibantu Bela, indah, dan siska tangan Elisa sudah tidak bisa bergerak sama sekali. Anisa menutup mulutnya agar tidak berisik.
                “cewe cantik udah ngga bisa berkutik lagi deh, bagus dong ! ehm batagor kalian udah habis belom” ucap Farah yang dari tadi melotot ke arah Elisa. Kebetulan mereka janjian untuk beli batagor entah untuk apa.
                “ehm batagor gue udah abis nih, mana hape nya Elisa” ucap Farah sambil melebarkan tanganya bersiap untuk menerima Blackberry Elisa
                Di bukanya tutup handphone itu, dilepas batrenya lalu disiramkan saus kacang sisa batagor NYA Tadi, elisa sempat meronta namun tak dapat mengubah keadaan. Lalu disiramkan lagi sehingga seluruh permukaannya dilumuri saus kacang.
                15 bungkus sisa saus kacang hanya untuk di tumpahkan di Blackberry Elisa, Elisa hanya bisa menangisi hasil kerja kerasnya dan ibunya selama ini, dia sesekali memberontak namun karena banyaknya mereka ia tak sanggup.
                “eh udah deh, kayanya enak di makan. Udah yuuu kita pergi aja. Bye Elisa emuach” Ajak Bela
                Perjuangannya selama ini untuk mendapatkan Blackberry itu kini hanyalah handphone rusak yang dilumuri saus kacang, ia berharap hp nya masih berfungsi dengan benar namun yang ditemuinya hanyalah hp saus kacang yang mati total.
                Elisa yang menangis lalu kemudian membersihkan handphone nya dnegan bajunya sehingga baju Elisa sangat kotor sekali.
                Setelah Hafiz kembali masuk sekolah, ia langsung menyatakan cintanya pada Elisa. Karena Elisa sangat mengidam idamkannya sudah pasti dia menerima nya, dan benar sekali cintanya di terima oleh Elisa.
                Walau tanpa handphone Elisa masih sering sekali berkomunikasi dengan Hafiz, justru mereka lebih dekat dari sebelumnya, Elisa dan Hafiz keduanya kini sangat saling menyayangi. Namun di balik itu semua masih ada teman teman Elisa yang sirik dan benci melihat mereka berdua.
                “si cantik elisa kok belom kapok yah, masih aja ngedeketin Hafiz. Masih kurang saus kacangnya?” Tanya Siska dengan nada mengancam
                “kayanya masih kurang deh, heeey kalian udah pada habis kan Batagornya? Yuuu lang aja siramin ke komuknya dia” ajak Fara
                Tanpa basa basi lagi mereka menyiram saus kacang dari atas kepala Elisa, walau hanya terkena sampai bahu saja tapi itu sungguh parah. Elisa sempat mengelapnya ke baju baju mereka tapi tak lama kemudian mereka pergi, ia langsung pulang kerumah dengan keadaannya yang seperti itu.
                Atas kejadian yang terjadi belakangan ini, kini Elisa sudah menjauh dari Hafiz tapi sesungguhnya Elisa masih sayang sekali dengan Hafiz, tapi ia merelakannya begitu saja tapi sesungguhnya dia belum ikhlas. 2 minggu Elisa dan Hafiz tidak ada komunikasi sama sekali, hafiz si cowok kece itu pastinya tidak akan membuang buang waktunya hanya untuk Elisa, banyak sekali cewek cewek yang lebih cantik dari Elisa yang menggodanya.
                Tepatnya hari jumat Hafiz melontarkan kalimat yang menyayat hati tepat di hadapan Elisa.
                “aku rasa kita udah ngga cocok lagi, kamu jauhin aku tapi aku butuh perhatian kamu, kadang aku mulai bosan dan sekarang aku sudah berpaling hati dari kamu. Maaf mungkin hanya CUKUP SAMPAI disini perjalanan kita, maaf Elisa sayang. Itu kalimat Sayang yang terakhir dari gue buat lo” hafiz menjelaskan panjang lebar.
                Rasanya seluruh jarum yang ada di dunia ini tertancap di hati Elisa, Rasanya seluruh darah elisa ingin habis, rasanya juga paru paru Elisa berhenti menghirup oxygen, rasanya seperti 1000 tamparan di persembahkan untuk Elisa, Sumpah rasanya sakit sekali itu adalah rasa yang paling sakit yang dialami oleh Elisa.
                Kini Elisa selalu sendiri, dimanapun dan kapanpun setelah semua orang meninggalkanya. Kini ia hanya duduk di meja kantin sendirian tanpa sebuah makanan yang terpampang di meja nya, ya dia membiarkan perutnya lapar untuk melunasi tagihan Blackberry yang ia cicil.
                Matanya terarah di meja kosong di depannya, tempat dimana dia bercanda tawa dengan Hafiz bersuap suapan dengan Hafiz, dan segalanya yang memang indah untuk di kenang. Kadang dengan sendirinya pipi itu basah karena air mata yang tiada hentinya mengalir. Kosong ? kini meja itu tidak Kosong lagi melainkan diisi oleh sepasang sejoli yang nampaknya sangat serasi sekali. Siapa dia? HAFIZ dan DELISA. Iya delisa! Sahabat dekat Elisa yang dulu
                Ini jauh lebih sakit dibanding  Hafiz yang saat itu memutuskan hubungannya, air mata Elisa yang tadi hanya seperti aliran sungai kini berubah menjadi air terjun, sungguh deras sekali. Sapu tangan Elisa seluruhnya basah tidak dapat lagi menampung air matanya.
                Semua yang ia lakukan disana bersama Hafiz, kini di perlihatkan ulang oleh Hafiz tapi bukan dirinya yang disana, bukan Elisa melainkan Delisa. Perut Elisa semakin lapar karena tenaganya terkuras melihat pemandangan itu, pemandangan dimana Delisa dan Hafiz bermesra mesraan seperti yang pernah dilakukanya dulu.
                Kini Elisa dalam keterpurukan, elisa benar benar jatuh lagi. Tak ada satupun orang yang bisa membangkitkannya, malahan menjatuhkannya seperti yang dilakukan Delisa. Dulu ia menggenggam Blackberry kini musnah dan dulu dia menggenggam tangan Hafiz kini hanya tinggal kenangan.
                Elisa sempat menulis sesuatu di buku Diary nya sebelum ia mati kelaparan, Elisa tidak makan? Tidak, ia merasa bersalah sekali dengan ibunya dan sehingga ia tidak mau makan, juga kerena Hafiz dan Delisa yang berpacaran. Ia kabur dari rumah dan pergi ke tempat yang sangat jauh sekali, dimana tidak ada seorang pun disana.
                “Elisa merasa bersalah sama mamah, elisa buang buang duit mamah hanya untuk segenggam Blackberry yang belum lunas dibayar tetapi udah rusak, mamah kalo elisa kabur jangan kangen yah, tapi elisa akan kangen terus kok sama mamah.

Hafiz, aku tuh sayang banget sama kamu melebihi sayangnya aku ke kamu, tau ngga sih setiap malam ratusan butir airmata jatuh hanya untuk kamu, hatiku terasa mati karena kau bunuh, kau bunuh dengan cinta mu itu. Aku sayang kamu Hafiz semoga langgeng yah sama Delisa ! jaga baik baik dia, dia orangnya baik banget makanya dia sahabat ku. Biarkan aku pergi yah, biarkan aku sendiri bersama rasa sakit yang menggebu gebu ini :’) “ tulis Elisa dalam buku hariannya, kemudian ia pergi entah kemana sampai pada suatu hari seseorang menemukannya tergeletak membiru, membusuk dan tak bernafas lagi….


SELESAI ! :’(
Ini murni hasil gue, demi Allah gue ga copas ! hargain dong yah jangan dicopas. Semoga kalian suka dan maaf kalo jelek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar